Halo dunia!

JAKARTA – Perayaan Imlek 2577 Kongzili bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, melainkan momentum refleksi kebhinekaan Indonesia. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kontribusi umat Konghucu memiliki arti strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan bangsa. Dalam pesan Tahun Baru Imlek yang disampaikan melalui Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Jakarta, Selasa, Wapres menyampaikan apresiasi atas peran aktif umat Konghucu dalam merawat toleransi. “Saya juga mengapresiasi kontribusi umat Konghucu dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan persatuan bangsa,” ujar Gibran Harapan dan Doa di Tahun Kuda Api Wapres Gibran juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. “Saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Gong Xi Fat Cai, semoga bapak ibu dan saudara-saudara semua dilimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kesejahteraan,” tuturnya. Bagi umat Konghucu, Imlek 2026 menandai Tahun Kuda Api—simbol keberanian, energi, dan dorongan untuk melangkah maju dengan optimisme. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat kolektif bangsa dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Momentum Imlek 2577 menjadi pengingat bahwa persatuan dalam keberagaman bukan sekadar semboyan, melainkan energi sosial yang menopang perjalanan Indonesia menuju kemajuan.(*)